Logo SMAN 9 BANDAR LAMPUNG
Portal Video Sharing

Pratinjau terpilih

Admin Nekat Eksplor Sendiran Lagi di Malam Hari | Dunia Alam Eksplor

Tahukah Kamu Admin

Sumber: Dunia Alam Ini adalah segmen terbaru dari channel ini, yaitu eksplorasi *Dukungan anda :* https://saweria.co/duniaalam Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya #duniaalam

Playlist berdasarkan kategori

Pilih kategori untuk menjelajahi kumpulan videonya.

16 kategori

Playlist saya

Tersimpan di browser ini.

Belum ada playlist tersimpan. Buat playlist, lalu tambahkan video ke dalamnya.

Jelajahi video

836 video tersedia
Admin Nekat Eksplor Sendiran Lagi di Malam Hari | Dunia Alam Eksplor

Admin Nekat Eksplor Sendiran Lagi di Malam Hari | Dunia Alam Eksplor

Sumber: Dunia Alam Ini adalah segmen terbaru dari channel ini, yaitu eksplorasi *Dukungan anda :* https://saweria.co/duniaalam Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya #duniaalam

Admin Nekat Eksplor Sendiran Lagi di Malam Hari | Dunia Alam Eksplor Sumber: Dunia Alam

Ini adalah segmen terbaru dari channel ini, yaitu eksplorasi

*Dukungan anda :*
https://saweria.co/duniaalam

Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya

#duniaalam
Admin Admin
—
Kenapa Manusia Berevolusi Jadi Fanatik? | Evolusi Fanatisme

Kenapa Manusia Berevolusi Jadi Fanatik? | Evolusi Fanatisme

Sumber: Dunia Alam Jauh ribuan tahun lalu, wajar kalau nenek moyang kita paranoid, mereka gak punya apa-apa selain lari atau senjata sederhana, mentok-mentok pakai api. Makanya mereka butuh kelompok. Satu orang berjalan di padang rumput mungkin berakhir di kawanan singa, tapi kalau 25 orang, saya akan lawan! Untuk memperkuat kelompok, lama kelamaan manusia mulai menciptakan simbol, untuk menegaskan kelompok kami dan kelompok manusia di hutan sebelah. Meskipun zaman sudah berubah, manusia sudah tidak hidup di alam liar lagi, naluri berkelompok masih ada di dna kita. Bagaimana akhirnya naluri bertahan hidup ini jadi ajang kita untuk saling berkelahi dalam fanatisme? 0:00 Opening 0:56 Berevolusi untuk Hidup Bersama 4:58 Otak Takut Kesepian 13:02 Mengapa Naluri Berkelompok Tidak Hilang? 16:10 Closing *Dukungan anda :* https://saweria.co/duniaalam Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya #duniaalam #evolusimanusia #teorievolusi ----------------------------------------------------------------------- Referensi Deldoost M. (2024). Behavioral and Biological Bases of Herding and Conformity. Basic and clinical neuroscience, 15(4), 433–442. https://doi.org/10.32598/bcn.2022.4654.1 Rajmohan, V., & Mohandas, E. (2007). Mirror neuron system. Indian journal of psychiatry, 49(1), 66–69. https://doi.org/10.4103/0019-5545.31522 Powers, K. E., & Heatherton, T. F. (2012). Characterizing socially avoidant and affiliative responses to social exclusion. Frontiers in integrative neuroscience, 6, 46. https://doi.org/10.3389/fnint.2012.00046 Baumeister, R. F., & Leary, M. R. (1995). The Need to Belong: Desire for Interpersonal Attachments as a Fundamental Human Motivation. Psychological Bulletin, 117(3), 497–529 https://patrickmanningworldhistorian.com/blog/exploring-the-evolution-of-households-and-communities-in-homo-sapiens/ ----------------------------------------------------------- *FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)* Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.

Kenapa Manusia Berevolusi Jadi Fanatik? | Evolusi Fanatisme Sumber: Dunia Alam

Jauh ribuan tahun lalu, wajar kalau nenek moyang kita paranoid, mereka gak punya apa-apa selain lari atau senjata sederhana, mentok-mentok pakai api. Makanya mereka butuh kelompok. Satu orang berjalan di padang rumput mungkin berakhir di kawanan singa, tapi kalau 25 orang, saya akan lawan! Untuk memperkuat kelompok, lama kelamaan manusia mulai menciptakan simbol, untuk menegaskan kelompok kami dan kelompok manusia di hutan sebelah. Meskipun zaman sudah berubah, manusia sudah tidak hidup di alam liar lagi, naluri berkelompok masih ada di dna kita. Bagaimana akhirnya naluri bertahan hidup ini jadi ajang kita untuk saling berkelahi dalam fanatisme?

0:00 Opening
0:56 Berevolusi untuk Hidup Bersama
4:58 Otak Takut Kesepian
13:02 Mengapa Naluri Berkelompok Tidak Hilang?
16:10 Closing

*Dukungan anda :*
https://saweria.co/duniaalam

Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya

#duniaalam #evolusimanusia #teorievolusi
-----------------------------------------------------------------------
Referensi

Deldoost M. (2024). Behavioral and Biological Bases of Herding and Conformity. Basic and
clinical neuroscience, 15(4), 433–442. https://doi.org/10.32598/bcn.2022.4654.1

Rajmohan, V., & Mohandas, E. (2007). Mirror neuron system. Indian journal of psychiatry, 49(1), 66–69. https://doi.org/10.4103/0019-5545.31522

Powers, K. E., & Heatherton, T. F. (2012). Characterizing socially avoidant and affiliative responses to social exclusion. Frontiers in integrative neuroscience, 6, 46. https://doi.org/10.3389/fnint.2012.00046

Baumeister, R. F., & Leary, M. R. (1995). The Need to Belong: Desire for Interpersonal Attachments as a Fundamental Human Motivation. Psychological Bulletin, 117(3), 497–529

https://patrickmanningworldhistorian.com/blog/exploring-the-evolution-of-households-and-communities-in-homo-sapiens/

-----------------------------------------------------------
*FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)*
Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.
Admin Admin
—
Kenapa Kita Begini?

Kenapa Kita Begini?

Sumber: Dunia Alam *Dukungan anda :* https://saweria.co/duniaalam Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya #duniaalam ----------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------- *FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)* Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.

Kenapa Kita Begini? Sumber: Dunia Alam

*Dukungan anda :*
https://saweria.co/duniaalam

Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya

#duniaalam
-----------------------------------------------------------------------

-----------------------------------------------------------
*FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)*
Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.
Admin Admin
—
Kumpulan Mahluk Aneh Yang Sempat Bikin Ilmuwan Bingung | Arc Evolusi Eps 9: Zaman Ediacaran

Kumpulan Mahluk Aneh Yang Sempat Bikin Ilmuwan Bingung | Arc Evolusi Eps 9: Zaman Ediacaran

Sumber: Dunia Alam Jika dalam arkeologi kita mengenal istilah populer lost civilization, atau peradaban yang hilang entah apa penyebabnya. Dalam geologi, juga pernah ada era dimana suatu bentuk kehidupan pernah sangat sukses, namun hilang begitu saja. Buktinya terlihat jelas dalam catatan fossil. Namun semuanya membingungkan, entah dimana kumpulan fossil-fossil aneh ini harus diklasifikasikan, apakah hewan, tumbuhan, jamur, atau jangan-jangan mereka adalah bentuk kehidupan lain atau cabang kehidupan yang telah punah tanpa menyisakan keturunan sama sekali. Fossil-fossil ini dinamai ediacaran biota. 0:00 Opening 1:25 Part 1 Asal Mula Misteri Zaman Ediacaran 5:55 Part 2 Siapakah Sebenarnya Ediacaran Biota? 12:44 Part 3 Hilangnya Ediacaran Biota 18:09 Closing *Dukungan anda :* https://saweria.co/duniaalam Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya #duniaalam #evolusi #hewanpurba ----------------------------------------------------------------------- Referensi: Budd, G. E. & Jensen S. A critical reappraisal of the fossil record of the bilaterian phyla. Biological Reviews 75, 253–295 (2000). DOI: 10.1111/j.1469-185X.1999.tb00046.x Erwin, D. H. et al. The Cambrian conundrum: early divergence and later ecological success in the early history of animals. Science 334, 1091–1097 (2011). DOI: 10.1126/science.1206375 Fedonkin, M. A, Gehling, J. G., Grey, K., Narbonne, G. M. & Vickers-Rich, P. The Rise of Animals: Evolution and Diversification of the Kingdom Animalia. (Johns Hopkins University Press, 2007). Glaessner, M. F. The Dawn of Animal Life: A Biohistorical Study. (Cambridge University Press, 1985). Laflamme, M., Darroch, S. A. F., Tweedt, S. M., Peterson, K. J. & Erwin D. H. The end of the Ediacara biota: Extinction, biotic replacement, or Cheshire Cat? Gondwana Research 23, 558–573 (2013). DOI: 10.1016/j.gr.2012.11.004 Liu, A. G. Framboidal pyrite shroud confirms the ‘death mask’ model for moldic preservation of Ediacaran soft-bodied organisms. PALAIOS 31, 259–274 (2016). DOI: 10.2110/palo.2015.095 Narbonne, G. M., Xiao, S. & Shields, G. The Ediacaran Period. In: The Geologic Timescale. (eds Gradstein, F. M., Ogg, J. G., Schmitz, M. & Ogg, G.) 413–435 (2012). https://www.palaeontologyonline.com/?p=4267 ----------------------------------------------------------- *FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)* Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.

Kumpulan Mahluk Aneh Yang Sempat Bikin Ilmuwan Bingung | Arc Evolusi Eps 9: Zaman Ediacaran Sumber: Dunia Alam

Jika dalam arkeologi kita mengenal istilah populer lost civilization, atau peradaban yang hilang entah apa penyebabnya. Dalam geologi, juga pernah ada era dimana suatu bentuk kehidupan pernah sangat sukses, namun hilang begitu saja. Buktinya terlihat jelas dalam catatan fossil. Namun semuanya membingungkan, entah dimana kumpulan fossil-fossil aneh ini harus diklasifikasikan, apakah hewan, tumbuhan, jamur, atau jangan-jangan mereka adalah bentuk kehidupan lain atau cabang kehidupan yang telah punah tanpa menyisakan keturunan sama sekali. Fossil-fossil ini dinamai ediacaran biota.

0:00 Opening
1:25 Part 1 Asal Mula Misteri Zaman Ediacaran
5:55 Part 2 Siapakah Sebenarnya Ediacaran Biota?
12:44 Part 3 Hilangnya Ediacaran Biota
18:09 Closing

*Dukungan anda :*
https://saweria.co/duniaalam

Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya

#duniaalam #evolusi #hewanpurba
-----------------------------------------------------------------------
Referensi:
Budd, G. E. & Jensen S. A critical reappraisal of the fossil record of the bilaterian phyla. Biological Reviews 75, 253–295 (2000). DOI: 10.1111/j.1469-185X.1999.tb00046.x

Erwin, D. H. et al. The Cambrian conundrum: early divergence and later ecological success in the early history of animals. Science 334, 1091–1097 (2011). DOI: 10.1126/science.1206375

Fedonkin, M. A, Gehling, J. G., Grey, K., Narbonne, G. M. & Vickers-Rich, P. The Rise of Animals: Evolution and Diversification of the Kingdom Animalia. (Johns Hopkins University Press, 2007).

Glaessner, M. F. The Dawn of Animal Life: A Biohistorical Study. (Cambridge University Press, 1985).

Laflamme, M., Darroch, S. A. F., Tweedt, S. M., Peterson, K. J. & Erwin D. H. The end of the Ediacara biota: Extinction, biotic replacement, or Cheshire Cat? Gondwana Research 23, 558–573 (2013). DOI: 10.1016/j.gr.2012.11.004

Liu, A. G. Framboidal pyrite shroud confirms the ‘death mask’ model for moldic preservation of Ediacaran soft-bodied organisms. PALAIOS 31, 259–274 (2016). DOI: 10.2110/palo.2015.095

Narbonne, G. M., Xiao, S. & Shields, G. The Ediacaran Period. In: The Geologic Timescale. (eds Gradstein, F. M., Ogg, J. G., Schmitz, M. & Ogg, G.) 413–435 (2012).

https://www.palaeontologyonline.com/?p=4267

-----------------------------------------------------------
*FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)*
Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.
Admin Admin
—
Apakah Manusia Adalah Bentuk Evolusi Paling Sempurna? | Jawabin Komen

Apakah Manusia Adalah Bentuk Evolusi Paling Sempurna? | Jawabin Komen

Sumber: Dunia Alam *Dukungan anda :* https://saweria.co/duniaalam Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya #duniaalam ----------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------- *FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)* Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.

Apakah Manusia Adalah Bentuk Evolusi Paling Sempurna? | Jawabin Komen Sumber: Dunia Alam

*Dukungan anda :*
https://saweria.co/duniaalam

Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya

#duniaalam
-----------------------------------------------------------------------

-----------------------------------------------------------
*FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)*
Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.
Admin Admin
—
Semoga Saya Tidak Diserang Kicau Mania | Kicau Mania & Hutan Yang Sepi

Semoga Saya Tidak Diserang Kicau Mania | Kicau Mania & Hutan Yang Sepi

Sumber: Dunia Alam Di Indonesia, khususnya di jawa, memelihara burung dalam sangkar telah ada sejak lama sekali, dan merupakan bagian dari budaya. Singkat cerita, budaya ini kemudian beralih menjadi hobi dan ajang perlombaan, khususnya burung kicau. Dan kini telah berkembang menjadi fenomena sosial dan ekonomi yang melibatkan banyak pelaku, serta nilai transaksi yang gak main-main. *Dukungan anda :* https://saweria.co/duniaalam Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya #duniaalam #kicaumania #kicaumanianusantara ----------------------------------------------------------------------- Referensi: Jepson P, Ladle RJ. Bird-keeping in Indonesia: conservation impacts and the potential for substitution-based conservation responses. Oryx. 2005;39(4):442-448. doi:10.1017/S0030605305001110 Farinloye, Kolawole & Olawoyin, Mustapha & Mayowa, Aduloju & Ebo, Adeyemi & Ologeh, Idowu. (2025). Empty Forest Syndrome: Implications for Wildlife Management and Conservation Administration in Nigeria. International Journal of Research and Innovation in Social Science. 9. 223-231. 10.47772/IJRISS.2025.906000368. Gardner, C. J., Bicknell, J. E., Baldwin-Cantello, W., Struebig, M. J., & Davies, Z. G. (2019). Quantifying the impacts of defaunation on natural forest regeneration in a global meta-analysis. Nature Communications, 10, 4590. https://doi.org/10.1038/s41467-019-12539-1 Jepson, P., & Ladle, R. J. (2009). Governing bird-keeping in Java and Bali: Evidence from a household survey. Oryx, 43(3), 364-374. https://doi.org/10.1017/S0030605308001111 Lee, J. G. H., Chng, S. C. L., & Eaton, J. A. (Eds.). (2016). Conservation Strategy for Southeast Asian Songbirds in Trade: Recommendations from the First Asian Songbird Trade Crisis Summit 2015. Wildlife Reserves Singapore and TRAFFIC. Marshall, H., Collar, N. J., Lees, A. C., Moss, A., Yuda, P., & Marsden, S. J. (2020a). Characterizing bird-keeping user-groups on Java reveals distinct behaviours, profiles and potential for change. People and Nature, 2(4), 877-888. https://doi.org/10.1002/pan3.10132 Marshall, H., Collar, N. J., Lees, A. C., Moss, A., Yuda, P., & Marsden, S. J. (2020b). Spatio-temporal dynamics of consumer demand driving the Asian Songbird Crisis. Biological Conservation, 241, 108237. https://doi.org/10.1016/j.biocon.2019.108237 Mirin, B. H., & Klinck, H. (2021). Bird singing contests: Looking back on thirty years of research on a global conservation concern. Global Ecology and Conservation, 30, e01812. https://doi.org/10.1016/j.gecco.2021.e01812 Redford, K. H. (1992). The Empty Forest. BioScience, 42(6), 412-422. Whelan, C. J., Wenny, D. G., & Marquis, R. J. (2008). Ecosystem Services Provided by Birds. Annals of the New York Academy of Sciences, 1134(1), 25-60. https://doi.org/10.1196/annals.1439.003 Wilkie, D. S., Bennett, E. L., Peres, C. A., & Cunningham, A. A. (2011). The empty forest revisited. Annals of the New York Academy of Sciences, 1223(1), 120-128. https://doi.org/10.1111/j.1749-6632.2010.05908.x ----------------------------------------------------------- *FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)* Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.

Semoga Saya Tidak Diserang Kicau Mania | Kicau Mania & Hutan Yang Sepi Sumber: Dunia Alam

Di Indonesia, khususnya di jawa, memelihara burung dalam sangkar telah ada sejak lama sekali, dan merupakan bagian dari budaya. Singkat cerita, budaya ini kemudian beralih menjadi hobi dan ajang perlombaan, khususnya burung kicau. Dan kini telah berkembang menjadi fenomena sosial dan ekonomi yang melibatkan banyak pelaku, serta nilai transaksi yang gak main-main.

*Dukungan anda :*
https://saweria.co/duniaalam

Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya

#duniaalam #kicaumania #kicaumanianusantara
-----------------------------------------------------------------------
Referensi:
Jepson P, Ladle RJ. Bird-keeping in Indonesia: conservation impacts and the potential for substitution-based conservation responses. Oryx. 2005;39(4):442-448. doi:10.1017/S0030605305001110

Farinloye, Kolawole & Olawoyin, Mustapha & Mayowa, Aduloju & Ebo, Adeyemi & Ologeh, Idowu. (2025). Empty Forest Syndrome: Implications for Wildlife Management and Conservation Administration in Nigeria. International Journal of Research and Innovation in Social Science. 9. 223-231. 10.47772/IJRISS.2025.906000368.

Gardner, C. J., Bicknell, J. E., Baldwin-Cantello, W., Struebig, M. J., & Davies, Z. G. (2019). Quantifying the impacts of defaunation on natural forest regeneration in a global meta-analysis. Nature Communications, 10, 4590. https://doi.org/10.1038/s41467-019-12539-1

Jepson, P., & Ladle, R. J. (2009). Governing bird-keeping in Java and Bali: Evidence from a household survey. Oryx, 43(3), 364-374. https://doi.org/10.1017/S0030605308001111

Lee, J. G. H., Chng, S. C. L., & Eaton, J. A. (Eds.). (2016). Conservation Strategy for
Southeast Asian Songbirds in Trade: Recommendations from the First Asian Songbird Trade Crisis Summit 2015. Wildlife Reserves Singapore and TRAFFIC.

Marshall, H., Collar, N. J., Lees, A. C., Moss, A., Yuda, P., & Marsden, S. J. (2020a). Characterizing bird-keeping user-groups on Java reveals distinct behaviours, profiles and potential for change. People and Nature, 2(4), 877-888. https://doi.org/10.1002/pan3.10132

Marshall, H., Collar, N. J., Lees, A. C., Moss, A., Yuda, P., & Marsden, S. J. (2020b). Spatio-temporal dynamics of consumer demand driving the Asian Songbird Crisis. Biological Conservation, 241, 108237. https://doi.org/10.1016/j.biocon.2019.108237

Mirin, B. H., & Klinck, H. (2021). Bird singing contests: Looking back on thirty years of research on a global conservation concern. Global Ecology and Conservation, 30, e01812. https://doi.org/10.1016/j.gecco.2021.e01812

Redford, K. H. (1992). The Empty Forest. BioScience, 42(6), 412-422.
Whelan, C. J., Wenny, D. G., & Marquis, R. J. (2008). Ecosystem Services Provided by Birds. Annals of the New York Academy of Sciences, 1134(1), 25-60.
https://doi.org/10.1196/annals.1439.003

Wilkie, D. S., Bennett, E. L., Peres, C. A., & Cunningham, A. A. (2011). The empty forest revisited. Annals of the New York Academy of Sciences, 1223(1), 120-128. https://doi.org/10.1111/j.1749-6632.2010.05908.x

-----------------------------------------------------------
*FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)*
Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.
Admin Admin
—
Kemunculan Tiba-tiba Mahluk Kompleks 500 Juta Tahun Lalu | Arc Evolusi Eps 10: Ledakan Kambrium

Kemunculan Tiba-tiba Mahluk Kompleks 500 Juta Tahun Lalu | Arc Evolusi Eps 10: Ledakan Kambrium

Sumber: Dunia Alam Sekitar 530 juta tahun lalu, terjadi perubahan besar dalam sejarah kehidupan Bumi. Berbagai bentuk kehidupan kompleks muncul dalam catatan fosil, dan hampir seluruh kelompok utama hewan mulai berkembang. Padahal sebelumnya, kehidupan didominasi organisme sederhana. Peristiwa lonjakan keanekaragaman inilah yang dikenal sebagai Ledakan Kambrium, sebuah fenomena yang sempat membingungkan ilmuwan karena kemunculannya terlihat sangat cepat. 0:00 Opening 1:12 Part 1: Sejarah Ledakan Kambrium 7:44 Part 2: Kahidupan di Masa Ledakan Kambrium 15:06 Part 3: Misteri Telah Terpecahkan 20:37 Closing *Dukungan anda :* https://saweria.co/duniaalam Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya #duniaalam #zamanpurba #hewanpurba ----------------------------------------------------------------------- Referensi: Briggs, D. E. G. (2015). The Cambrian explosion. Current Biology, 25(19), R864–R868. https://doi.org/10.1016/j.cub.2015.04.047  Zhang, X., Shu, D. Current understanding on the Cambrian Explosion: questions and answers. PalZ 95, 641–660 (2021). https://doi.org/10.1007/s12542-021-00568-5  Moon, J., Caron, J. B., & Moysiuk, J. (2023). A macroscopic free-swimming medusa from the middle Cambrian Burgess Shale. Proceedings. Biological sciences, 290(2004), 20222490. https://doi.org/10.1098/rspb.2022.2490  Stephen Q. Dornbos, David J. Bottjer; Evolutionary paleoecology of the earliest echinoderms: Helicoplacoids and the Cambrian substrate revolution. Geology 2000;; 28 (9): 839–842. doi: https://doi.org/10.1130/0091-7613(2000)28  https://www.pbs.org/wgbh/evolution/library/03/4/l_034_02.html  ----------------------------------------------------------- *FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)* Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.

Kemunculan Tiba-tiba Mahluk Kompleks 500 Juta Tahun Lalu | Arc Evolusi Eps 10: Ledakan Kambrium Sumber: Dunia Alam

Sekitar 530 juta tahun lalu, terjadi perubahan besar dalam sejarah kehidupan Bumi. Berbagai bentuk kehidupan kompleks muncul dalam catatan fosil, dan hampir seluruh kelompok utama hewan mulai berkembang. Padahal sebelumnya, kehidupan didominasi organisme sederhana. Peristiwa lonjakan keanekaragaman inilah yang dikenal sebagai Ledakan Kambrium, sebuah fenomena yang sempat membingungkan ilmuwan karena kemunculannya terlihat sangat cepat.

0:00 Opening
1:12 Part 1: Sejarah Ledakan Kambrium
7:44 Part 2: Kahidupan di Masa Ledakan Kambrium
15:06 Part 3: Misteri Telah Terpecahkan
20:37 Closing

*Dukungan anda :*
https://saweria.co/duniaalam

Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya

#duniaalam #zamanpurba #hewanpurba
-----------------------------------------------------------------------
Referensi:

Briggs, D. E. G. (2015). The Cambrian explosion. Current Biology, 25(19), R864–R868. https://doi.org/10.1016/j.cub.2015.04.047 

Zhang, X., Shu, D. Current understanding on the Cambrian Explosion: questions and answers. PalZ 95, 641–660 (2021). https://doi.org/10.1007/s12542-021-00568-5 

Moon, J., Caron, J. B., & Moysiuk, J. (2023). A macroscopic free-swimming medusa from the middle Cambrian Burgess Shale. Proceedings. Biological sciences, 290(2004), 20222490. https://doi.org/10.1098/rspb.2022.2490 

Stephen Q. Dornbos, David J. Bottjer; Evolutionary paleoecology of the earliest echinoderms: Helicoplacoids and the Cambrian substrate revolution. Geology 2000;; 28 (9): 839–842. doi: https://doi.org/10.1130/0091-7613(2000)28 

https://www.pbs.org/wgbh/evolution/library/03/4/l_034_02.html 

-----------------------------------------------------------
*FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)*
Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.
Admin Admin
—
Kenapa Ada Biawak di Dunia Ini? | Apa Fungsi Biawak?

Kenapa Ada Biawak di Dunia Ini? | Apa Fungsi Biawak?

Sumber: Dunia Alam Di sungai, selokan, hingga kawasan pesisir, kita sering menemukan satu reptil yang tampaknya sudah menjadi bagian dari keseharian kita: biawak. Karena keberadaannya yang sangat mudah dijumpai, banyak orang menganggap hewan ini biasa saja. Padahal, jika dibandingkan dengan kadal lain, biawak merupakan salah satu reptil yang memiliki ukuran tubuh besar, kemampuan adaptasi luar biasa, dan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Selama ini kita mungkin lebih mengenal komodo sebagai kadal raksasa yang mengagumkan. Namun, bukan berarti kerabat dekatnya seperti Biawak Air tidak memiliki cerita menarik. Di balik kesan "biasa" karena sering terlihat, hewan ini sebenarnya menyimpan banyak fakta unik yang jarang diketahui. Mengapa biawak sering ditemukan di berbagai lingkungan? Apa sebenarnya fungsi mereka di alam? Apakah mereka hanya reptil besar yang berkeliaran tanpa tujuan, atau justru memiliki peran penting bagi ekosistem? 0:00 Opening 1:04 Klasifikasi Biawak 6:45 Peran Ekologis 12:24 Apakah Bisa Dimakan? *Dukungan anda :* https://saweria.co/duniaalam Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya #duniaalam #biawak ----------------------------------------------------------------------- Referensi: Yudhana, A., Edila, R., Praja, R. N., & Yunita, M. N. (2024). Diversity of parasitic helminths associated with wild-caught Asian Water Monitor Lizards, Varanus salvator (Laurenti, 1768) from Banyuwangi, East Java Province, Indonesia. Herpetology Notes, 17, 277–284 Dong, L., Wang, Y. Q., Zhao, Q., Vasilyan, D., Wang, Y., & Evans, S. E. (2022). A new stem-varanid lizard (Reptilia, Squamata) from the early Eocene of China. Philosophical transactions of the Royal Society of London. Series B, Biological sciences, 377(1847), 20210041. https://doi.org/10.1098/rstb.2021.0041  https://ksdae.kehutanan.go.id/publikasi/artikel/dari-sungai-keruh-hingga-pekarangan-kota-peran-diam-diam-biawak-air-penjaga-ekosistem-1aJMPhFS/  https://unair.ac.id/biawak-air-dan-parasit-tantangan-dan-dampaknya-pada-kesehatan/ ----------------------------------------------------------- *FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)* Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.

Kenapa Ada Biawak di Dunia Ini? | Apa Fungsi Biawak? Sumber: Dunia Alam

Di sungai, selokan, hingga kawasan pesisir, kita sering menemukan satu reptil yang tampaknya sudah menjadi bagian dari keseharian kita: biawak.

Karena keberadaannya yang sangat mudah dijumpai, banyak orang menganggap hewan ini biasa saja. Padahal, jika dibandingkan dengan kadal lain, biawak merupakan salah satu reptil yang memiliki ukuran tubuh besar, kemampuan adaptasi luar biasa, dan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Selama ini kita mungkin lebih mengenal komodo sebagai kadal raksasa yang mengagumkan. Namun, bukan berarti kerabat dekatnya seperti Biawak Air tidak memiliki cerita menarik. Di balik kesan "biasa" karena sering terlihat, hewan ini sebenarnya menyimpan banyak fakta unik yang jarang diketahui.

Mengapa biawak sering ditemukan di berbagai lingkungan? Apa sebenarnya fungsi mereka di alam? Apakah mereka hanya reptil besar yang berkeliaran tanpa tujuan, atau justru memiliki peran penting bagi ekosistem?

0:00 Opening
1:04 Klasifikasi Biawak
6:45 Peran Ekologis
12:24 Apakah Bisa Dimakan?

*Dukungan anda :*
https://saweria.co/duniaalam

Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya

#duniaalam #biawak
-----------------------------------------------------------------------
Referensi:

Yudhana, A., Edila, R., Praja, R. N., & Yunita, M. N. (2024). Diversity of parasitic helminths associated with wild-caught Asian Water Monitor Lizards, Varanus salvator (Laurenti, 1768) from Banyuwangi, East Java Province, Indonesia. Herpetology Notes, 17, 277–284

Dong, L., Wang, Y. Q., Zhao, Q., Vasilyan, D., Wang, Y., & Evans, S. E. (2022). A new stem-varanid lizard (Reptilia, Squamata) from the early Eocene of China. Philosophical transactions of the Royal Society of London. Series B, Biological sciences, 377(1847), 20210041. https://doi.org/10.1098/rstb.2021.0041 

https://ksdae.kehutanan.go.id/publikasi/artikel/dari-sungai-keruh-hingga-pekarangan-kota-peran-diam-diam-biawak-air-penjaga-ekosistem-1aJMPhFS/ 

https://unair.ac.id/biawak-air-dan-parasit-tantangan-dan-dampaknya-pada-kesehatan/

-----------------------------------------------------------
*FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)*
Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.
Admin Admin
—
Kalajengking Terbesar di Dunia

Kalajengking Terbesar di Dunia

Sumber: Dunia Alam *Dukungan anda :* https://saweria.co/duniaalam Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya #duniaalam ----------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------- *FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)* Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.

Kalajengking Terbesar di Dunia Sumber: Dunia Alam

*Dukungan anda :*
https://saweria.co/duniaalam

Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya

#duniaalam
-----------------------------------------------------------------------

-----------------------------------------------------------
*FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)*
Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.
Admin Admin
—
Awal Mula Kenapa Kita Memakan Sesama Mahluk Hidup | Arc Evolusi Eps 11: Asal Usul Predasi

Awal Mula Kenapa Kita Memakan Sesama Mahluk Hidup | Arc Evolusi Eps 11: Asal Usul Predasi

Sumber: Dunia Alam Pernahkah kita berpikir, bahwa untuk mempertahankan hidup, ada banyak kehidupan lain yang harus menjadi korban? Tumbuhan kita cabut dan olah menjadi makanan, sementara hewan kita sembelih untuk memenuhi kebutuhan protein. Mereka mati agar kita bisa terus bertahan hidup dan mengenyangkan perut. Tapi begitulah kehidupan, dan manusia bukan satu-satunya yang melakukan hal tersebut. Dalam arti yang luas, aktivitas suatu organisme yang memakan organisme lain untuk memperoleh nutrisi disebut predasi. Jauh sebelum manusia bisa menikmati hidangan dari hewan yang kita masak, mikroorganisme telah lebih dulu saling memangsa. Interaksi semacam ini kemudian menciptakan tekanan dalam kehidupan, yang turut mendorong proses evolusi hingga menghasilkan keragaman organisme seperti yang kita lihat sekarang. Lalu, bagaimana sebenarnya awal mula organisme mulai memakan organisme lain? 0:00 Opening 1:07 Part 1: Apa Itu "Predasi"? 4:05 Asal Usul Predator 10:55 Kompetisi Tanpa Akhir 14:53 Closing *Dukungan anda :* https://saweria.co/duniaalam Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya #duniaalam #evolusi ----------------------------------------------------------------------- Referensi: Bengtson, Stefan. (2017). Origins and Early Evolution of Predation. The Paleontological Society Papers. 8. 289-318. 10.1017/S1089332600001133. Peter A. Abrams, ADAPTIVE RESPONSES OF PREDATORS TO PREY AND PREY TO PREDATORS: THE FAILURE OF THE ARMS‐RACE ANALOGY, Evolution, Volume 40, Issue 6, 1 November 1986, Pages 1229–1247, https://doi.org/10.1111/j.1558-5646.1986.tb05747.x Richard Dawkins, John Richard Krebs; Arms races between and within species. Proc. R. Soc. B 1 September 1979; 205 (1161): 489–511. https://doi.org/10.1098/rspb.1979.0081 Edmund D. Brodie, Edmund D. Brodie, Predator-Prey Arms Races: Asymmetrical selection on predators and prey may be reduced when prey are dangerous, BioScience, Volume 49, Issue 7, July 1999, Pages 557–568, https://doi.org/10.2307/1313476 https://www.sdu.dk/en/nyheder/rovdyr-i-urhavet ----------------------------------------------------------- *FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)* Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.

Awal Mula Kenapa Kita Memakan Sesama Mahluk Hidup | Arc Evolusi Eps 11: Asal Usul Predasi Sumber: Dunia Alam

Pernahkah kita berpikir, bahwa untuk mempertahankan hidup, ada banyak kehidupan lain yang harus menjadi korban? Tumbuhan kita cabut dan olah menjadi makanan, sementara hewan kita sembelih untuk memenuhi kebutuhan protein. Mereka mati agar kita bisa terus bertahan hidup dan mengenyangkan perut.

Tapi begitulah kehidupan, dan manusia bukan satu-satunya yang melakukan hal tersebut. Dalam arti yang luas, aktivitas suatu organisme yang memakan organisme lain untuk memperoleh nutrisi disebut predasi.

Jauh sebelum manusia bisa menikmati hidangan dari hewan yang kita masak, mikroorganisme telah lebih dulu saling memangsa. Interaksi semacam ini kemudian menciptakan tekanan dalam kehidupan, yang turut mendorong proses evolusi hingga menghasilkan keragaman organisme seperti yang kita lihat sekarang.

Lalu, bagaimana sebenarnya awal mula organisme mulai memakan organisme lain?

0:00 Opening
1:07 Part 1: Apa Itu "Predasi"?
4:05 Asal Usul Predator
10:55 Kompetisi Tanpa Akhir
14:53 Closing

*Dukungan anda :*
https://saweria.co/duniaalam

Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya

#duniaalam #evolusi
-----------------------------------------------------------------------
Referensi:
Bengtson, Stefan. (2017). Origins and Early Evolution of Predation. The Paleontological Society Papers. 8. 289-318. 10.1017/S1089332600001133.

Peter A. Abrams, ADAPTIVE RESPONSES OF PREDATORS TO PREY AND PREY TO PREDATORS: THE FAILURE OF THE ARMS‐RACE ANALOGY, Evolution, Volume 40, Issue 6, 1 November 1986, Pages 1229–1247, https://doi.org/10.1111/j.1558-5646.1986.tb05747.x

Richard Dawkins, John Richard Krebs; Arms races between and within species. Proc. R. Soc. B 1 September 1979; 205 (1161): 489–511. https://doi.org/10.1098/rspb.1979.0081

Edmund D. Brodie, Edmund D. Brodie, Predator-Prey Arms Races: Asymmetrical selection on predators and prey may be reduced when prey are dangerous, BioScience, Volume 49, Issue 7, July 1999, Pages 557–568, https://doi.org/10.2307/1313476

https://www.sdu.dk/en/nyheder/rovdyr-i-urhavet

-----------------------------------------------------------
*FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)*
Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.
Admin Admin
—
Manusia Pingin Bisa Terbang, Kenapa Gak Berevolusi Tumbuhin Sayap? | Jawabin Komen

Manusia Pingin Bisa Terbang, Kenapa Gak Berevolusi Tumbuhin Sayap? | Jawabin Komen

Sumber: Dunia Alam Join membership untuk konten seperti ini *Dukungan anda :* https://saweria.co/duniaalam Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya #duniaalam ----------------------------------------------------------------------- ----------------------------------------------------------- *FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)* Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.

Manusia Pingin Bisa Terbang, Kenapa Gak Berevolusi Tumbuhin Sayap? | Jawabin Komen Sumber: Dunia Alam

Join membership untuk konten seperti ini

*Dukungan anda :*
https://saweria.co/duniaalam

Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya

#duniaalam
-----------------------------------------------------------------------

-----------------------------------------------------------
*FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)*
Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.
Admin Admin
—
Memangnya, Kenapa Harus Peduli Kalimantan? | Surga yang Terbakar

Memangnya, Kenapa Harus Peduli Kalimantan? | Surga yang Terbakar

Sumber: Dunia Alam Borneo, kita kembali lagi ke tempat ini. Selama ribuan tahun, iklim telah membentuk hutan hujan tropis yang begitu luas. Namun di balik hijaunya hutan, tersimpan ekosistem yang berbeda. Ketika hujan turun, air tidak selalu langsung meresap ke dalam tanah. Di beberapa tempat, air justru menggenang di bawah hutan, dengan warna kemerahan hingga kecokelatan. Inilah lahan gambut. Di Borneo, jutaan hektare lahan gambut terbentang, menjadikannya salah satu kawasan gambut terluas di Indonesia. Bersama Sumatra dan Papua, ketiganya menjadi rumah bagi sebagian besar ekosistem gambut Indonesia. Jika diibaratkan sebagai makhluk hidup, lahan gambut mungkin seperti beruang yang sedang tidur. Selama kita membiarkannya tetap sehat, ia menjalankan perannya dengan tenang. Tetapi ketika kita mengeringkan dan merusaknya, konsekuensinya bisa sangat besar. *Dukungan anda :* https://saweria.co/duniaalam Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya #duniaalam #kalimantan #kahutla #kebakaranhutan ----------------------------------------------------------------------- Referensi: Omar, M. S., Ifandi, E., Sukri, R. S., Kalaitzidis, S., Christanis, K., Lai, D. T. C., Bashir, S., & Tsikouras, B. 2022. “Peatlands in Southeast Asia: A comprehensive geological review.” Earth-Science Reviews, 232: 104149. https://doi.org/10.1016/j.earscirev.2022.104149 https://pantaugambut.id/kabar/gambut-si-miskin-hara-yang-kaya-manfaat https://bentangkalimantan.org/8395-2/ https://indonesia.wetlands.org/our-approach/peatland-treasures/ https://pantaugambut.id/pelajari/luas-dan-sebaran https://www.rekoforest.org/id/warta-lapangan/yang-perlu-diketahui-tentang-lahan-gambut/ ----------------------------------------------------------- *FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)* Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.

Memangnya, Kenapa Harus Peduli Kalimantan? | Surga yang Terbakar Sumber: Dunia Alam

Borneo, kita kembali lagi ke tempat ini. Selama ribuan tahun, iklim telah membentuk hutan hujan tropis yang begitu luas. Namun di balik hijaunya hutan, tersimpan ekosistem yang berbeda. Ketika hujan turun, air tidak selalu langsung meresap ke dalam tanah. Di beberapa tempat, air justru menggenang di bawah hutan, dengan warna kemerahan hingga kecokelatan. Inilah lahan gambut.

Di Borneo, jutaan hektare lahan gambut terbentang, menjadikannya salah satu kawasan gambut terluas di Indonesia. Bersama Sumatra dan Papua, ketiganya menjadi rumah bagi sebagian besar ekosistem gambut Indonesia.

Jika diibaratkan sebagai makhluk hidup, lahan gambut mungkin seperti beruang yang sedang tidur. Selama kita membiarkannya tetap sehat, ia menjalankan perannya dengan tenang. Tetapi ketika kita mengeringkan dan merusaknya, konsekuensinya bisa sangat besar.

*Dukungan anda :*
https://saweria.co/duniaalam

Dunia Alam merupakan channel edukasi yang membahas segala sesuatu tentang mahluk hidup dan lingkungannya

#duniaalam #kalimantan #kahutla #kebakaranhutan
-----------------------------------------------------------------------
Referensi:
Omar, M. S., Ifandi, E., Sukri, R. S., Kalaitzidis, S., Christanis, K., Lai, D. T. C., Bashir, S., & Tsikouras, B. 2022. “Peatlands in Southeast Asia: A comprehensive geological review.” Earth-Science Reviews, 232: 104149. https://doi.org/10.1016/j.earscirev.2022.104149

https://pantaugambut.id/kabar/gambut-si-miskin-hara-yang-kaya-manfaat

https://bentangkalimantan.org/8395-2/

https://indonesia.wetlands.org/our-approach/peatland-treasures/

https://pantaugambut.id/pelajari/luas-dan-sebaran

https://www.rekoforest.org/id/warta-lapangan/yang-perlu-diketahui-tentang-lahan-gambut/

-----------------------------------------------------------
*FAIR-USE COPYRIGHT DISCLAIMER (THIS VIDEO IS FOR EDUCATIONAL PURPOSES)*
Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "fair use" for purposes such as criticism, commenting, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favour of fair use.
Admin Admin
—