Menghitung waktu baca...
BAB I: PENDAHULUAN
Audio

1.1 Latar Belakang Masalah

Dunia pendidikan global dan nasional saat ini berada di persimpangan jalan akibat disrupsi teknologi, perubahan sosial yang cepat, serta pergeseran paradigma kerja di era abad ke-21. Sistem pendidikan tradisional yang selama ini berpusat pada instruksi satu arah (teacher-centered), penyerapan hafalan, dan standarisasi kaku terbukti gagal melahirkan manusia yang adaptif, kreatif, dan mandiri. Sekolah sering kali mereduksi peserta didik menjadi objek pasif daripada subjek pembelajar yang merdeka.

Di Indonesia, akar pencarian bentuk pendidikan yang memerdekakan sebenarnya telah diletakkan secara kokoh oleh Ki Hadjar Dewantara melalui institusi Taman Siswa. Konsep Ngarsa Sung Tuladha, Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani serta trilogi kemerdekaan: Ndirikan, Nartakan, Ngandika (lahir, batin, pikiran) menegaskan bahwa tujuan sejati pendidikan adalah memerdekakan manusia secara lahir dan batin.

Namun, di sisi lain, laju modernitas menuntut penguasaan perangkat pedagogi modern, seperti Personalized Learning (pembelajaran berPersonalisasi), Blended Learning, pengintegrasian Artificial Intelligence (AI), Critical Thinking, dan Project-Based Learning (PjBL). Oleh karena itu, diperlukan sebuah sintesis komprehensif: memadukan ruh filosofis Ki Hadjar Dewantara yang humanis-nasionalis dengan instrumen dan pendekatan pedagogi modern yang progresif, guna mewujudkan ekosistem "Pendidikan Memerdekakan" yang kontekstual dengan zaman.

1.2 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana esensi filosofis "Pendidikan Memerdekakan" menurut pandangan Ki Hadjar Dewantara?

  2. Bagaimana relevansi dan bentuk irisan antara pendekatan pedagogi modern dengan falsafah Ki Hadjar Dewantara?

  3. Bagaimana kerangka operasional penerapan pendidikan memerdekakan berbasis sintesis modern-klasik di satuan pendidikan?

  4. Apa tantangan serta solusi strategis dalam implementasi pendidikan memerdekakan di era transformasi digital?

1.3 Tujuan Penulisan

  1. Mengkaji secara mendalam konsep dasar pendidikan memerdekakan berlandaskan pemikiran Ki Hadjar Dewantara.

  2. Menganalisis titik temu (meeting point) antara prinsip pendidikan modern abad ke-21 dan kearifan lokal pedagogi Ki Hadjar Dewantara.

  3. Merumuskan model implementasi praktis pendidikan memerdekakan yang memadukan teknologi modern dan merdeka belajar.

  4. Memberikan rekomendasi strategis dalam menghadapi tantangan implementasi kurikulum masa depan.